Senin, 20 Februari 2017 | 12:52:44 wib

PINANGAN ICAN & RURI

Kabar gembira mengiringi awal tahun 2017. Beberapa sahabat saya memutuskan untuk  melangkah menuju jenjang hidup yang lebih serius. Saya cukup bahagia berkat menulis saya mencoba lebih menghargai momentum. Momen kebahagiaan orang dekat dapat saya kemas dalam sebuah tulisan. Seperti hari ini, momen yang saya tunggu untuk dapat didokumentasikan dan dibumbui dengan sudut pandang saya melalui tulisan.

Minggu 19 Februari 2017, Muhammad Ihsan Ali Talib , memutuskan untuk meminang Ruritasnia Diningrum. Sejak dua minggu lalu Ican meminta saya untuk dapat mendokumentasikan momen ini. Dengan senang hati saya bersedia untuk ambil bagian dalam momen ini.

Cerita ini dimulai ketika semalam saya menghubungi Ican “ Can besok bangunin gw pagi ya”. Ican pun merespon, “siap-siap Jal”. Beberapa minggu ini saya merasa saya selalu bangun siang, apalagi cuaca minggu ini sangat melankoli. Ketika pagi, entah energi apa yang membuat saya bangun lebih pagi dari biasanya. Saya pun langsung mengecek handphone, “wah ga ada telp masuk nih”. Pikir saya, mungkin Ican terlalu sibuk sehingga lupa membangunkan saya. Saya bergegas untuk mandi dan bersiap. Hujan pun turun ketika saya bersiap untuk menuju rumah ican, namun hal ini tidak mengurungkan niat saya segera menuju rumah Ican.

Setibanya dirumah Ican, “Mba mas Icannya ada”? tanya saya kepada asisten rumah tangganya. “Sebentar ya mas saya cek dulu”. Beberapa saat kemudian “Jal maaf gw baru bangun” haha. “Niatnya semalem lo minta bangunin gw, jadi terbalik”. “ Masuk-masuk Jal”. Saya pun mencoba duduk di teras rumah Ican, dan hujan kembali turun.

Acara akan dimulai pukul sepuluh, saya tiba dirumah Ican pukul tujuh lima belas. Entah mengapa saya terlalu exitced untuk datang lebih pagi. “Gimana persiapannya Can?” tanya saya. “ Aman-aman Jal, semalem pasang tenda sampe jam 1 dan gw baru tidur jam 4”. “ Maaf ya jadi lo yang bangunin gw Jal”. Ican bercerita bahwa kemarin dia sempat membeli bunga di sebuah toko bunga ternama di Jakarta. Kebetulan kemarin dia tidak sempat untuk datang ke toko bunga tersebut, sehingga dia membeli via Gojek. Setibanya dirumah bunganya berair. “Semalem gw ngerangkai ulang bunganya, sampe jam empat subuh Jal”. Tidak lama kemudian, “Mas ini teh dan kuenya” untuk temen ngobrol. Setelah saya mencoba menikmati teh dan kue yang disuguhkan, teman saya Yasfi datang. “ Gw siap-siap dulu deh ya” Ican bergegas menuju dalam rumah.

Awalnya Ican bersama keluarga berniat untuk jalan kaki menuju rumah Ruri, namun karena hujan Ican dan keluarga beriringan mobil untuk menuju kesana. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah Ican. Setibanya disana keluarga Ican pun disambut hangat.

Dua kelurga sudah saling berkumpul di tempat yang sama. Acara dibuka dengan pembukaan salam oleh juru bicara masing-masing. Dilanjutkan dengan perkenalan anggota keluarga masing-masing. Melalui juru bicara, Keluarga Ican pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya pada hari ini.

 

Saya melihat wajah Ican sangat tegang dari awal kedatangan. Saya memperhatikan ekspresinya. Raut wajahnya berubah ketika pihak keluarga Ican menanyakan “Saudari Ruri, apakah menerima pinangan ini?”. Tanpa pikir panjang Ruri pun sangat antusias untuk menjawab “iya saya mau”. Seketika jawaban itu mengubah ketegangan di diri Ican. Wajah tegangnya berubah dengan wajah penuh keceriaan.

 

Acara dilanjutkan dengan dipersilahkannya menyantap hidangan yang sudah disediakan. Kebetulan sudah waktunya jam makan siang. Kedua keluarga pun makan bersama. Teman-teman Ruri yang berada di luar ruangan acara menyambut dengan ucapan selamat kepada Ican dan Ruri yang sudah resmi dipinang. Kehangatan suasana pun terjalin. Adli dan Riko pun datang disaat yang tepat, disaat jam makan siang.

 

 

Kedua keluarga sudah saling menentukan jadwal pernikahan Ican dan Ruri. Pernikahan akan dilangsungkan pada tanggal 19 Agustus 2017. Acara pinangan hari ini ditutup dengan foto bersama dengan pasangan Ican dan Ruri.

 

Ican dan Ruri dipertemukan melalui perkenalan keluarga. Keluarga Ican dan Ruri merupakan rekan kerja dalam pendirian sebuah yayasan pendidikan. Mereka menjalani Ta Aruf yang dilanjutkan dengan pinangan yang berlangsung hari ini. Semoga dilancarkan perjalanan ini hingga proses pernikahan.

 

Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup Ican hari ini. Di usia saya saat ini, sudah saatnya saya berkontribusi dan mengambil peran dalam momen indah orang-orang terdekat. Tujuan saya sederhana, kelak saya dapat bercerita dan memahami detail dari setiap momen indah tersebut. Bukankah menikah tujuan banyak orang? Menikah butuh kesiapan, dan ini cara saya membangun kesiapan itu.

Ini cerita minggu pagi saya, bagaimana cerita minggu pagi kamu?

 

 

Cibubur, 19 Februari 2017

Comments