Rabu, 15 Februari 2017 | 6:28:04 wib

SORE DI PASAR BURUNG

Sudah lama saya ingin membeli ikan, tidak tahu mengapa keinginan itu setiap hari yang muncul di kepala saya. Hari ini saya mencoba mengikuti kata hati saya untuk membelinya. Saya meniatkan pergi ke Pasar Burung Jatinegara bersama Bewok. Kebetulan cuaca hari ini tidak seperti beberapa hari kemarin yang sangat melankoli.

Setibanya dipasar saya melihat banyak tukang ikan yang menjadi tujuan saya, namun tidak hanya tukang ikan. Banyak hal yang menarik perhatian saya untuk menelusuri lebih dalam pasar ini. Beragam hewan dijual disini. Beraneka warna hewan dan kandang hewan membuat saya ingin mengabadikan momen ini.

Rasa penasaran saya membawa saya untuk menelusuri lebih dalam warna-warna yang ada di dalam. Saya memperhatikan hewan-hewan yang dijual disini. Perjalanan ini membuat saya rindu akan masa kecil saya. Ketika saya sekolah dasar, saya sangat sering pergi ke pasar burung untuk mencari burung dara. Bau kotoran burung seolah sudah sangat akrab dihidung saya, dan saat ini saya kembali akrab dengan masa itu.

Ketika asik memperhatikan burung dan mencoba memotretnya, tiba-tiba seorang kakek menyapa saya. " Nih kalo mau foto ini nih, burung langka". Saya penasaran burung apa yang dia ingin tunjukan kepada saya. Burung berwarna kuning di dalam kandang coba ia tunjukan kepada saya. " Ininih empat puluh tahun saya jualan, baru nemu burung kaya gini ". Dengan sangat antusisas beliau mencoba menjelaskan kepada saya.

Namanya Pa Mama. Sudah empat puluh tahun dia berjualan burung di pasar ini. Menjual burung adalah urat nadi penghidupannya. Pa Mama bercerita orang seusianya hanya tinggal dua orang yang berjualan burung di daerah sini. Beliau orang asli Jatinegara yang tinggal tidak jauh dari lokasi Pasar ini. Sosok yang sangat ramah dan humoris. " Burung jaman dulu mah makanannya cuma pisang, kalo sekarang mah burung makanannya aneh-aneh" beliau sangat antusias jika berdiskusi tentang burung. Dengan keramahan dan senyumnya yang tidak pernah lepas dari wajahnya, membuat Pa Mama tidak pernah sepi pembeli.

Bagi saya keramahan dan edukasi kepada pembeli adalah modal dasar membangun hubungan baik dengan pelanggan. Apapun bidang usahanya itu yang akan membuka pintu rejeki. Hal ini yang membuat saya untuk membuka diri untuk menjalin komunikasi dengan siapapun orang yang saya temui. Waktu membawa saya bertemu dengan orang-orang baru, dan semesta adalah ruang kelas tanpa batas.

Setelah berbincang dengan Pak Mama, saya kembali ke tujuan awal saya untuk membeli ikan. Saya dan Bewok pun mencari ikan yang saya cari. Setelah mendapatkan ikan yang saya cari, kami pun bergegas untuk pulang. Langit sore muai berubah warna menjadi kelabu.

Ini cerita sore saya, bagaimana cerita sore kamu?

 

Pasar burung Jatinegara
Rabu, 15 Februari 206

 

Comments