Senin, 23 Januari 2017 | 11:52:20 wib

SAYA TERLAHIR IKAL

Ya tuhan, mengapa
Saya terlahir ikal?

Duapuluh tiga tahun saya menghianati diri saya sendiri. Tidak mensyukuri terlahir ikal. Hal ini saya sadari ketika saya kuliah. Saya sangat tidak percaya diri dengan rambut saya. Beberapa jenis gaya rambut sudah saya coba, cepak, undercut, pompador. Beberapa jenis minyak rambut pun saya coba, namun tetap saja melintir dan ikal.

 

 

Terkadang semesta menciptakan hal-hal yang kamu tidak sukai di diri kamu. banyak cara untuk menjawab itu semua yang saya coba sederhanakan kedalam tiga cara pertama, menghilangkannya. kedua, mengubahnya. ketiga, mensyukuri (dalam konteks menerima lalu menyadari).
Ketika hal ini terjadi dengan rambut anda, apa yang anda lakukan? melakukan cara pertama? menghilangkannya dan membiarkan kepala kamu tanpa rambut?

melakukan cara kedua? mengubahnya menjadi model rambut yang kamu idamkan?dari segi warna, dan jenis rambut?

ketiga, mensyukuri bahwa hal-hal yang semesta ciptakan merupakan hal terbaik yang saat ini saya sadari.

 

 

Saya percaya semesta punya maksud dan tujan memberikan rabut ikal ini kepada saya. semoga saja nasib saya sama seperti ikal alias andrea hirata yang tetralogi karyanya menginspirasi saya ketika sma atau mungkin saya menjadi pribadi unik yang authentic seperti kang @edibrokoli.

Comments